Memoles Motor Matic

Memoles Motor Matic

Berbeda dengan motor manual, motor matic jarang sekali dimodifikasi. Pasalnya, dalam memodifikasi motor matic juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Jangan memodifikasi, motor matic saja tidak boleh digunakan untuk ngebut di jalanan. Namun tenang saja tips motor matic untuk menambah kecepatan bisa dilakukan.

Caranya adalah dengan memodifikasi. Bagaimana bisa? Anda hanya perlu memoles beberapa bagian motor matic untuk menambah kecepatan laju motor matic. Nah, berikut ini beberapa komponen atau bagian yang bisa Anda gunakan untuk memodifikasi motor matic Anda.

Gunakan roller yang lebih ringan

Mengurangi bobot roller adalah solusi terbaik untuk menyeimbangkan settingan. Selain itu, mengurangi bobot roller juga menjadi solusi untuk upgrade performa non bore yang memang sulit didapatkan. Namun dalam pemilihan roller jangan terlalu ringan dari roller orinya. Anda cukup menurunkan 2 gram saja beban roller dari roller bawaan atau pabrikan motor matic.

Lakukan penyetingan ulang spuyer

Cara dalam mensetting ulang bagian spuyer tergantung Anda sendiri sebagai pemilik motor matic. Bagi Anda yang ingin menggunakan fungsi filter udara, maka penyetingan spuyer harus dibuat menjadi kering. Sedangkan Anda yang ingin menggunakan open filter, maka spuyernya harus dalam keadaan basah.

Pasalnya dalam beberapa masalah pemasangan ukuran spuyer, selalu ada uji coba dan kesalahan. Selain itu, tidak bisa perbandingan satu main jet dan pilot jet digunakan untuk segala jenis motor matic.

Tambahkan rasio kompresi

Selanjutnya cara menambahkan power motor matic bisa dilakukan dengan menaikan rasio kompresi motor matic. Ketika gas motor matic dibuka, tingkatkan mesin motor matic dengan perbandingan kompresinya. Hal ini lakukan agar RPM bawah hingga RPM atas akan semakin terasa.

Untuk beberapa jenis motor matic, seperti Yamaha Mio yang memiliki piston dengan bentuk cekung. Maka cara untuk meningkatkan kompresinya bisa dilakukan dengan memapas pada bagian kepala silinder atau cylinder head. Dalam melakukan pemapasan tidak perlu terlalu banyak. Apabila Anda menggunakan untuk pemakaian sehari – hari, cukup dengan ukuran 1 hingga 1,5 mm saja.

Sedangkan untuk motor matic dari pabrikan Honda, seperti Honda Beat. Maka cara untuk meningkatkan kompresinya dilakukan dengan melakukan pergantian piston. Caranya cukup mudah hanya dengan menggantinya menggunakan piston Honda Vario yang memang memiliki bentuk lebih jenong.

Gunakan Noken AS Racing

Tips motor matic yang paling simple dalam meningkatkan kecepatan adalah dengan mengganti bagian Noken AS bawaan atau bagian dealer dengan part racing. Namun tidak semua motor matic bisa dilakukan pergantian. Hal ini hanya bisa diterapkan bagi Anda penggunaan motor matic Yamaha Mio.

Sesuaikan bagian knalpot

Untuk memoles motor matic dengan cara non bore up tidak perlu harus mengganti bagian knalpot dengan knalpot racing. Tapi lebih baik memang knalpot harus dilakukan modifikasi agar pembangunan lebih lancar.

Apabila Anda tidak ingin mengotak – atik bagian knalpot dari pabrikan bisa dilakukan dengan mengganti bagian knalpot aftermarket yang memang banyak beredar di pasaran. Knalpot ini sering disebut dengan nama standar bobok.

Penggantian CDI

Tips motor matic yang satu ini khusus ditujukan untuk Anda yang menggunakan motor Honda BEAT. Pasalnya, setiap motor matic selalu memiliki batas limit kecepatan. Setiap kali mencapai batas top speed maka motor tiba – tiba akan nembak.

Agar tidak terjadi hal ini, maka penggantian CDI racing bisa Anda lakukan. Lagipula CDI racing juga tersedia di pasaran. Sedangkan, bagi pengguna motor Yamaha Mio tidak perlu melakukan pergantian karena Mio tidak memiliki limit kecepatan.

Gunakan CVT yang lebih keras

Memilih CVT pun juga akan sangat berpengaruh pada laju kendaraan matic Anda. Anda bisa menggunakan per CVT yang memang lebih keras dan sudah beredar banyak di pasaran. Anda bisa memilih tingkat pegas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan motor matic Anda.

Setidaknya ada dua jenis per pegas, yakni per pegas lembut dan keras. Tentunya efek yang diberikan juga akan sangat berbeda. Bagi Anda yang memang menginginkan tenaga acuan lebih cepat pada bagian ROM bawah, maka pilih per yang keras. Namun sayangnya, top speed juga akan berkurang.

Sedangkan untuk per pedas yang rendah atau mendekati normal akan membuat vanbelt terus naik hingga menuju pulley maksimal. Hal ini yang akan membuat Anda mencapai top speed.

Kenali Bagian dan Fungsi Pulley

Kenali Bagian dan Fungsi Pulley

Kenali Bagian dan Fungsi Pulley

Bagi yang suka dengan memodifikasi motor matic, pasti tidak asing dengan yang namanya pulley atau puli. Sebenarnya, apa itu puli? Seberapa penting komponen ini pada motor matic.

Apa itu pulley?

Puli adalah komponen terpenting dalam motor matic yang berguna untuk memindahkan kecepatan yang sudah sesuai dengan RPM pada mesin secara otomatis tanpa menggunakan gigi transmisi. melainkan menggunakan vanbelt sebagai penghubung atau penerus putaran yang terjadi pada kedua pulley.

Bagian pulley

Pulley sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni depan atau primer dan sekunder atau belakang. Kedua bagian tentunya memiliki fungsi yang berbeda – beda. Berikut penjelasannya.

  1. Puli primer

Pada puli bagian depan berguna sebagai komponen yang bekerja menyalurkan putaran dari mesin menuju bagian vanbelt. Selain itu, puli bagian depan juga berguna untuk mengatur besar kecilnya diameter puli yang berhubungan langsung dengan perbandingan reduksi pada perputaran mesin. Puli juga berguna sebagai pengatur akselerasi pada motor matic Anda.

  1. Puli sekunder

Berbeda dengan pulley bagian depan, puli bagian belakang berguna untuk penggerak roda bagian belakang motor matic. Selain itu, bagian belakang juga berguna untuk penyeimbang akselerasi atau perputaran mesin matic Anda. Puli belakang juga berguna untuk menstabilkan kendaraan, terlebih pada bagian belakang.

Komponen pulley

Adapun komponen pulley lainnya yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini.

  1. Roller

Bagian puli pertama adalah roller yang berguna untuk mendorong atau menekan putaran pada puli sehingga roller akan bisa bergerak dan menghasilkan tenaga pada kendaraan Anda.

  1. Gigi pinion

Bagian ini merupakan komponen puli bagian belakang yang berguna sebagai dudukan atau bantalan saat buka tutup puli. Komponen ini cukup penting keberadaannya untuk menjaga kestabilan motor matic Anda.

  1. Rumah roller

Rumah roller bukan hanya bagian puli saja, melainkan juga bagian dari roller itu sendiri. Maka dari itu, perawatannya juga harus berkala agar terhindari dari debu dan kotoran.

  1. Puli bagian luar

Puli bagian ini merupakan bagian terpenting dari CVT karena merupakan pendingin akan ruang sistem tersebut. Untuk perawatan harus dilakukan pembersihan secara berkala dari debu dan air.

  1. Starter clutch

Bagian ini berguna sebagai penggerak awal dalam menghidupkan mesin. Untuk perawatan hanya perlu dibersihkan. Selain itu, Anda bisa mengecek bagian pelor yang ada di dalamnya. Tidak ketinggalan per atau pegasnya.

Perawatan Pulley

Sebenarnya untuk merawat puli sendiri sama halnya dengan merawat bagian CVT. Cara terbaik adalah dengan selalu membersihkan bagian – bagian puli dari kotoran, terlebih saat musim penghujan. Puli yang memiliki tumpukan kotoran akan membuat kerja menjadi terhambat. Parahnya lagi, motor tidak bisa berjalan.

Selain itu, pemberian pelumas juga tidak boleh ketinggalan. Selalu ganti pelumas motor matic Anda setiap 2 atau 3 bulan sekali agar mesin motor berjalan dengan maksimal.

Langkah perawatan terakhir adalah dengan melakukan pergantian apabila ada kerusakan pada puli. Dengan demikian tidak akan berdampak pada bagian mesin lainnya.

Memodifikasi pulley

Banyak yang memodifikasi pulley motor matic dengan mengubah kemiringannya. Padahal perubahan kemiringan puli akan sangat berdampak pada motor matic tersebut. Kebanyakan puli yang ada di pasaran memiliki kemiringan 13° hingga 14,5°.

Perubahan kemiringan puli motor matic akan membuat akselerasi lebih cepat. Sedangkan derajat yang lebih besar akan bisa mencapai top speed. Namun tidak sembarangan motor matic bisa dirubah kemiringan pulinya.

Salah satunya adalah Yamaha Mio lama. Apabila mengubah kemiringan menjadi lebih kecil, yakni 13,5° maka akan mengakibatkan vanbelt mengalami kerusakan. Pasalnya, untuk Mio lama standarnya adalah 14 derajat. Namun Anda bisa menggunakan puli 14,5° dengan vanbelt dari Yamaha Fino

Bukan hanya vanbelt saja yang harus disesuaikan, melainkan juga bagian rumah roller atau biasa dikenal dengan puli kipas. Jadi derajat kemiringan juga harus presisi dengan puli roller.

Namun biasanya untuk membuat motor matic memiliki tarikan yang lebih kencang atau cepat, maka bobot puli depan akan dikurangi. Tapi daripada Anda mengganti spare part bawaan Anda masih bisa menggunakan spare part pabrik.

Caranya adalah dengan melubangi bagian pulley. Hal ini akan mengurangi bobot dari puli menjadi lebih ringan. Dengan begitu, laju motor juga akan semakin kencang.

Lebih Dengan Namanya CVT Motor Matic

Lebih Dengan Namanya CVT Motor Matic

Motor matic memang merajai pasaran. Kemudahan dalam penggunaan menjadi salah satu alasannya. Namun begitu, tips motor matic dalam hal perawatan sama saja dengan motor pada umumnya. Pasalnya, yang dirawat adalah bagian mesin motor dan spare partnya. Hal ini dilakukan agar performanya tetap dalam kondisi baik. Salah satu bagian motor matic yang tidak boleh luput dari perhatikan adalah CVT matic. Namun sebenarnya apa itu CVT? Berikut penjelasannya.

Tentang CVT

CVT sendiri merupakan singkatan dari Continuously Variable Transmission. Bagi pemilik mobil bagian ini tentunya sangat dikenal. Padahal, bagian ini juga ada di motor matic hanya saja memiliki bentuk yang berbeda. Jadi intinya, CVT digunakan untuk penggerak otomatis pada motor matic. Fungsi utama dari spare part ini adalah berguna untuk meneruskan putaran pada mesin menuju bagian roda.

Dengan adanya sistem yang satu ini memungkinkan pengendara melakukan pergerakan secara otomatis. Dengan begitu, pengendara tidak perlu lagi memindahkan gigi. Jadinya, berkendara dengan motor matic akan lebih nyaman.

CVT juga berguna untuk meminimalisir terjadinya hentakan pada mesin yang sering terjadi pada motor manual, terlebih saat pemindahan transmisi. Dengan adanya sistem ini akan memungkinkan pergantian transmisi sangat lembut bersamaan dengan penambahan kecepatan atau tenaga mesin.

Cara kerja CVT

Jadi saat mesin dinyalakan, maka akan ada perputaran yang rendah. Kemudian tenaga putar dari piston atau poros engkol akan diteruskan pada bagian pulley depan dengan cara di transfer dari vanbelt menuju pulley belakang serta kopling sentrifugal.

Kopling sentrifugal tidak akan mengempang apabila gas belum dipuntir. Bahkan tenaga putar juga belum mencukupi. Jadi untuk pengendara tips motor matic harus berhati – hati. Pasalnya, apabila gas diputar, maka roda bagian belakang juga akan langsung berputar dan menggerakkan motor.

Putaran pada angka 3000 rpm akan membuat pulley mengalami perputaran sangat kuat serta menggerakan vanbelt dan memindahkan tenaga pada bagian pulley belakang.

Dalam hal ini bagian vanbelt di pullet depan akan berapa dapa diameter kecil sedangkan bagian pulley belakang dalam diameter besar. Hal ini yang menjadikan roda belakang mudah berputar. Saat gas semakin di puntir, maka akan semakin membuat vanbelt mengembang dan vanbelt bagian pulley belakang akan mengecil.

Perawatan CVT

Perawatan CVT perlu dilakukan, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk merawat sistem ini agar bekerja dengan sempurna.

  1. Periksa bagian vanbelt

Vabelt adalah bagian dari karet dan rentan terkena panas. Apabila vanbelt mulai mengalami masalah perlu dilakukan pergantian. Pasalnya, komponen ini sangat penting dalam sistem ini. Fungsi utamanya adalah menghubungkan pulley depan dan belakang.

Untuk memeriksa bagian vanbelt perhatikan apakah ukurannya kurang dari 18 mm. Apabila iya, maka diperlukan pergantian. Dengan melakukan pergantian vanbelt akan meminimalisir terjadinya putus ditengah jalan dan membuat motor tidak bisa dikendarai.

  1. Periksa bagian roler

Selain bagian vanbelt yang harus diperiksa, komponen roller juga harus dilakukan pemeriksaan. Roller yang hancur atau rusak harus segera diganti. Roller yang rusak akan membuat kerja roller mengalami aus. Untuk pergantian juga harus satu set. Biasanya roller yang rusak akan terdengar bunyi berisik pada bagian CVT yang depan.

  1. Jangan lupa mengganti oli transmisi

Usia pada sistem ini sangat dipengaruhi dengan kondisi pelumas transmisinya. Maka dari itu, pergantian oli transmisi harus dilakukan secara berkala dan rutin. Dengan begitu, kerja dari sistem ini akan selalu optimal dan tidak mengalami panas berlebih.

  1. Rutin bersihkan motor

Motor yang sering digunakan tentu akan membuat debu mengendap di dalam komponen motor. Membersihkan motor wajib hukumnya agar spare part motor tidak mengalami karatan dan kotoran tidak sampai mengendap di bagian komponen. Pasalnya, gram atau kotoran yang mengendap akan mengganggu kerja dari mesin motor tersebut. Lagipula motor yang bersih juga akan enak dilihat.

Itulah sedikitnya pengetahuan tentang CVT motor matic yang perlu Anda ketahui. Jadi jangan hanya menggunakannya saja, lakukan perawatan dengan rutin untuk menjaga performa motor matic Anda tetap optimal.

Tips Merawat Motor Matic Dengan Baik

Tips Merawat Motor Matic Dengan Baik

Penggunaan motor matic di Indonesia memang semakin banyak. Tidak hanya perempuan, laki- laki pun juga menggunakan. Maka tidak heran, pasaran motor matic juga merajai. Sehingga banyak dari pabrikan motor yang berlomba – lomba memasarkan motor matic mereka.

Namun sayangnya masih banyak yang melalaikan perawatan motor matic, terlebih bagi perempuan. Perlu diketahui bahwa baik motor matic baru atau bekas juga memerlukan perawatan. Berikut tips motor matic dalam hal perawatan.

Jangan lupa memanaskan motor setiap pagi

Memanaskan mesin motor menjadi cara untuk merawat mesin motor. Hal ini dilakukan juga untuk membuat oli yang ada di dalam mesin bisa siap dalam melumasi mesin. Dengan begitu, performa mesin juga akan lebih optimal.

Untuk motor matic sendiri setidaknya, harus dipanaskan 5 hingga 10 menit setiap paginya atau sebelum digunakan. Dalam menghidupkan lebih baik menggunakan kick starter. Apabila menggunakan electric starter akan mengurangi baterai tersebut lebih banyak.

Lakukan penggantian oli secara berkala

Mengganti oli secara berkala merupakan tips motor matic agar awet. Biasanya pergantian oli dilakukan setelah motor melakukan perjalanan setiap 1000 km. Sedangkan, untuk oli gardan khusus motor matic dilakukan setelah 5000 km perjalanan. Pastinya, Anda lupa akan acuan kilometer dalam mengganti oli. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pergantian setiap 2 atau 3 bulan sekali secara rutin.

Hindari bensin hingga habis

Kebiasaan buruk yang sering terjadi adalah motor matic sering kehabisan bensin. Padahal hal ini bisa merusakan mesin motor. Maka dari itu, jangan sampai dalam perjalanan Anda berhenti karena bensin yang habis. Terlebih lagi pada motor matic dengan sistem injeksi.

Maka dari itu, selaku pastikan bahwa bensin Anda memenuhi sebelum melakukan perjalanan. Apabila jarum indikator mulai menunjuk E langsung isi bensin hingga full untuk antisipasi.

Perhatikan kondisi roler dan vanbelt

Memeriksa bagai vanbelt menjadi hal penting dalam tips motor matic. Vanbelt sendiri merupakan bagian yang terbuat dari karet. Pemeriksaan dilakukan sebelum perjalanan untuk meminimalisir putus ditengah jalan dan mengakibatkan motor tidak berjalan lagi.

Apabila memang harus memungkinkan untuk diganti, lebih baik menggantinya dengan suku cadang yang original. Dengan begitu, motor matic akan lebih awet.

Perhatikan bagian aki

Untuk memperhatikan bagian aki bukan perkara yang mudah untuk pemilik motor matic. Maka dari itu, kebanyakan pemilik motor matic banyak yang mengalami mati aki. Aki yang mati akan menyebabkan adanya cahaya lampu yang redup dan power motor juga berkurang. Bahkan yang paling terburuk adalah untuk stater motor akan membutuhkan tenaga yang lebih dalam menghidupkannya. Pasalnya, Anda harus menggunakan kick starter yang alot. Maka dari itu, lebih baik, pengganti aki lebih diganti setiap 7 hingga 8 sekali.

Jaga kestabilan gas

Kebanyakan pengendara motor matic mengendarai motornya dalam kecepatan yang tinggi, kemudian tiba – tiba gas diturunkan begitu saja, begitu sebaliknya. Tips motor matic dalam mengendarai lebih baik jaga kestabilan gas. Pasalnya, kebiasaan tersebut tanpa disadari akan memperpendek umur mesin motor matic. Bukan hanya bagian mesin motor saja, tapi juga bagian vanbelt akan mengalami masalah.

Lakukan service rutin di bengkel

Apabila Anda super sibuk, perawatan motor matic pada bengkel menjadi hal yang perlu dilakukan. Biasanya perawatan di bengkel meliputi pembersihan karburator, pergantian oli dan setting motor. Selain itu, Anda juga perlu menanyakan apakah aki yang ada pada motor And masih layak digunakan atau tidak.

Bagian vanbelt dan roller juga perlu dilakukan pergantian. Lakukan perawatan di bengkel setiap 3 bulan sekali untuk membuat performa motor matic Anda tetap seperti baru dan selalu lancar. Lagipula, teknisi bengkel akan mengerti apa apa saja yang harus diganti atau dilakukan perawatan.

Pakai bensin berkualitas

Tips motor matic dalam hal perawatan sebenarnya tidak susah. Cukup dengan menggunakan bahan bakar yang berkualitas. Hindari penjual bahan bakar yang menjual bensin campuran. Pasalnya, kualitas bensin yang diberikan akan mempengaruhi performa mesin motor Anda. Maka dari itu, lebih baik mengisi bensin pada tempat yang terpercaya, seperti pom bensin. Apabila mendesak perlu hati – hati membeli bensin di pinggir jalan.

Mau Bearing Tahan Lama? Berikut Pantangannya

Mau Bearing Tahan Lama? Berikut Pantangannya

Mungkin beberapa dari Anda sudah mengenal yang namanya bearing dan mengetahui bentuknya. Hanya saja, tidak paham apa fungsi dari spare part tersebut dan bagaimana cara kerjanya dalam menjalankan mobil atau motor yang dipasangkannya.

Sebenarnya, bearing sendiri adalah fitur atau alat yang meliputi beberapa bola besi dengan ukuran yang kecil – kecil. Nah, bola – bola kecil tersebut juga biasa dikenal dengan namanya pelor. Lebih hebatnya lagi, rupanya alat ini tidak hanya ditemui di otomotif saja. Bearing juga dikenal dengan sebutan laher.

Alat ini juga biasa digunakan untuk beberapa alat elektronik, seperti mesin cuci, kipas angin hingga kursi pada dokter gigi. Fungsi utama dari adanya bearing yakni menghindari adanya gesekan dan friksi yang berlebihan pada dua lapisan metal. Dua lapisan metal tersebut merupakan alat yang digunakan agar alat lainnya bisa berputar.

Untuk motor dan mobil, alat ini digunakan agar resistensi yang ada pada mobil dan motor bisa dihilangkan. Pasalnya, bola – bola kecil pada bearing bekerja dengan cara berputar sesuai pada arahan dari motor berjalan.

Akibat kerusakan bearing

Sebenarnya, bearing sendiri sering luput dari perhatian pemilik mobil dan motor sehingga jarang sekali dilakukan perawatan. Padahal, alat ini sangat vital keberadaannya sebagai penentu keseimbangan akan laju motor itu sendiri. Nah, berikut ini beberapa kerusakan yang terjadi akibat spare part ini tidak dirawat dengan baik.

  1. Keseimbangan laju kacau

Masalah pertama yang dihadapi adalah keseimbangan laju pada motor atau mobil akan sangat kacau. Bahkan, laju yang kencang akan sangat berakibat fatal, yakni kecelakaan.

  1. Kerusakan komponen rem cakram

Perawatan tidak baik pada bearing juga akan mengakibatkan adanya kerusakan pada rem cakram. Hal ini dikarenakan adanya putaran roda yang tidak stabil.

  1. Kerusakan seluruh bagian kendaraan

Akibat paling fatal karena perawatan tidak baik adalah kerusakan pada seluruh bagian kendaraan. Hal ini dikarenakan adanya getaran yang berlebihan di bagian roda. Getaran tersebut akan disalurkan ke seluruh bodi kendaraan.

Tips bearing tahan lama

Tentunya untuk membuat bearing tahan lama, haruslah dilakukan perawatan dengan baik. Namun begitu, sebagai pemilik kendaraan juga harus menghindari beberapa pantangan agar laher tetap bekerja sebagaimana mestinya.

  1. Salah dalam pemasangan

Laher yang dipasang dengan cara tidak benar atau salah akan menyebabkannya mudah mengalami kerusakan. Tentunya, pemasangan salah akan membuat pukulan pada cincin luar dan dalam tidak seirama. Bahkan, clearance yang dimiliki leher tidak lagi merata. Dengan demikian, bola – bola kecil yang seharusnya berputar dengan baik menjadi rusak dikarenakan adanya gesekan yang tidak merata.

  1. Kurangnya pelumas

Pemberian pelumas pada laher digunakan untuk mengurangi gesekan dan meredam panas. Tentunya, saat pergantian oli juga harus lebih teliti. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi gram atau kotoran pada oli tertinggal di dalamnya. Pasalnya, gram yang kotor akan memperpendek usia bearing. Alangkah baiknya, Anda memilih laher yang berkualitas untuk dipasangkan dalam mesin.

  1. Beban awal yang berlebih

Saat pembelian laher baru, Anda harus sangat berhati – hati. Pilih ukuran yang benar – benar sesuai dengan yang ada pada cincin leher. Pemilihan ukuran yang salah akan mengakibatkan beban awal yang berlebih. Hal ini dikarenakan adanya pemasangan yang cukup dipaksakan.

  1. Jalanan yang berlubang

Hal yang harus Anda ingat adalah beban yang ada pada roda pusatnya adalah laher. Maka dari itu, untuk menghindari kerusakan dari laher, hindari jalanan yang berlubang. Anda harus pintar – pintar memilih jalur. Pasalnya, jalanan berlubang akan menambah beban kerja pada bearing.

  1. Kotoran atau air

Bagian laher yang berada di luar mesin, pastinya sering mengalami gram. Untuk menghindari adanya debu, kotoran atau air, pemasangan pelat besi atau karet harus dilakukan. Pasalnya, laher yang tidak tertutup dengan sempurna akan membuat kotoran mengendap dan mengganggu kerja dari laher tersebut.

  1. Beban berlebih

Sangat disarankan untuk memilih ukuran bearing yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pasalnya, beban topang ditambah beban putar berlebihan dan tidak sesuai dengan kekuatan yang dimiliki laher akan mengakibatkan laher cepat mengalami kerusakan

Pahami Transmisi Otomatis dengan CVT (Continuously Variable Transmission)

Pahami Transmisi Otomatis dengan CVT (Continuously Variable Transmission)

CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan sebuah sistem perpindahan kecepatan secara otomatis mengikuti putaran mesin secara full. Mesin ini bekerja tanpa menggunakan gigi transmisi dan sebagai gantinya menggunakan sistem pulley di bagian depan dan belakang yang dihubungkan pada V-belt. Dengan adanya sistem transmisi otomatis ini, maka para pengendara tidak perlu repot menggunakan perpindahan gigi lagi. Cukup memutar gas dan menambah kecepatan atau mengendorkan gas guna mengurangi kecepatan. Singkatnya handle gas semakin mudah dilakukan dengan menggunakan tangan saja.

Mekanisme Sistem CVT

Berikut ini beberapa mekanisme pada sistem CVT:

  • Segi keunggulan

Dari segi keunggulan atau kelebihan, sistem CVT akan memberikan perubahan kecepatan dan torsi dari mesin ke bagian roda belakang secara otomatis. Perbandingan rasionya sangat tepat tanpa harus memindahkan gigi pada motor konvensional. Hal ini akan membuat motor berkendara dengan mudah tanpa adanya hentakan yang ditimbulkan seperti pada saat proses pemindahan gigi dilakukan. Perubahan kecepatan bisa dilakukan dengan lembut sehingga motor dengan transmisi otomatis sistem CVT bisa diajak mendaki. Selain mudah dioperasikan, sistem CVT juga tergolong memerlukan pemeliharaan yang relatif lebih murah.

  • Fungsi sistem CVT

Sistem CVT dilengkapi beberapa bagian, yaitu bagian pully primary yang ada di bagian poros motor dan menyatu dengan fixed sheave. Pully primary memiliki piringan yang memungkinkan untuk bergeser dan menekan sabuk keluar melalui roller dan menekan sliding sheave sehingga pulley akan berubah menjadi menyempit dan bagian diameter di dalam pully membesar. Ada pula bagian pully secondary yang terdiri dari piringan diam dan clutch carrier. Piringan ini juga bisa bergeser dan menekan sabuk ke piringan.

Selain itu, pada CVT juga terdapat sistem pendingin di bagian V-belt dan bagian sliding sheave. Biasanya pendingin akan bekerja saat suhu di bagian sabuk dan sliding sangat panas akibat koefisien gesekan, akibat mesin maupun panas karena hal lainnya yang dikhawatirkan akan merusak V-belt dan mempengaruhi usia penggunaan V-belt sendiri. Anda perlu memberikan perhatian ekstra pada bagian V-belt. Saat Anda melihat kondisi V-belt sudah tidak baik lagi seperti retak-retak dan longgar, maka segera ganti dengan yang baru karena apabila dibiarkan, maka Anda harus siap-siap untuk mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk menggantinya.

Kerusakan Bearing CVT  dan Cara Membuka serta Mengganti

Berbicara mengenai sistem CVT, tentu Anda tidak bisa mengabaikan beberapa masalah yang kerap dialami mesin transmisi otomatis ini. Salah satu permasalahan yang kerap meresahkan pengguna ialah kerusakan bearing CVT. Bisa dikatakan part yang satu tidak kalah penting dari beberapa part motor matic lainnya lho. Bearing sendiri berfungsi sebagai penyangga dan memiliki kecepatan berputar yang sama cepatnya dengan putaran roda motor.  Jadi, saat bagian bearing mengalami permasalahan, maka Anda harus siap-siap dengan permasalahan kinerja putaran roda motor yang mulai tersendat dan kasar.

Maka dari itu, pastikan Anda selalu mengecek kondisi bearing motor secara rutin sehingga motor tetap awet dan sistem transmisi otomatis CVT tetap bekerja dengan baik. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan kerusakan part bearing ialah dengan cara membuka dan menggantinya sendiri, yuk simak caranya:

  • Bukalah baut 8 mm di bagian cover CVT, setidaknya ada 13 baut berukuran 8 mm di tempat ini.

  • Bukan lupa cover yang terbuat dari plastik untuk mengambil baut yang ada di bagian belakangnya.

  • Kemudian langsung buka bearing CVT dengan hati-hati, Anda bisa menggunakan bearing remover dan setelahnya masukkan bearing rotor tip dan kencangkan dengan menggunakan kunci 14 dan unci 16 pada arah yang berlawanan.

  • Tetap konsentrasi dan buka bearing, Anda akan membutuhkan tenaga yang lebih ekstra untuk mengambil bearing karena sistemnya tarik.

  • Jika bearing ditemukan sudah dalam kondisi tidak bagus dan harus diganti, maka coba lumuri bearing terlebih dahulu hingga lebih gemuk dan dimasukkan kembali ke tempatnya.

  • Untuk memudahkan proses pengerjaan, maka Anda membutuhkan kunci-kunci, obeng, bearing remover dan beberapa alat lainnya.

  • Bagi Anda yang tidak mau repot, maka pilihan terbaik ialah dengan membawa motor ke teknisi ahli untuk mendapatkan perawatan bearing CVT yang sesuai.

Itulah beberapa cara perawatan bearing yang bisa Anda lakukan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan tips motor matic tetap dalam kondisi prima dan tahan lama.

Mau Motor Matic Tetap Awet? Ini Dia Perawatan dan Tips Motor Matic Tetap Awet

Tips motor matic – Di Indonesia, penggunaan motor matic sudah sangat banyak dan muncul dari berbagai kalangan usia dan jenis kelamin. Alasan yang mendasari hal ini ialah karena motor matic yang sangat mudah diajak bermanuver tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Meskipun demikian, bukan rahasia lagi jika motor matic termasuk jenis kendaraan yang lumayan mudah mengalami kerusakan di beberapa part motor. Saat sudah mengalami hal ini, maka Anda wajib memberikan perawatan khusus pada motor matic kesayangan. Secara umum peralatan yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda dengan motor lainnya.

Selain itu, saat ini hampir sebagian besar motor matic telah menggunakan teknologi injeksi, di mana dalam tahap perawatannya akan membutuhkan tenaga dan upaya yang lebih ekstra. Sangat jauh berbeda dengan perawatan motor yang menggunakan karburator. Namun, tidak perlu khawatir bagi Anda yang menggunakan motor matic. Berikut ini kami bahas beberapa tip merawat motor matic yang bisa Anda praktekkan sendiri di rumah. Silahkan mencoba dan semoga motor matic kesayangan Anda tetap awet dan tahan lama.

Hindari Mengubah Kecepatan Laju

Cara pertama dan paling utama yang wajib Anda ketahui ialah menghindari mengubah kecepatan laju motor matic secara tiba-tiba. Kebiasaan ini mungkin dianggap wajar oleh pengendara ugal-ugalan karena dianggap cara terbaik memacu adrenalin dan mengobar-ngobar hal yang tak penting. Padahal faktanya kebiasaan buruk ini akan memberikan efek buruk pada bearing motor matic kesayangan Anda lho. Kebiasaan membuka handle gas motor secara spontan akan membuat kinerja pulley CVT motor matic lebih ekstra dan sangat cepat aus. Indikasi yang bisa Anda rasakan saat hal ini terjadi ialah motor yang tersendat-sendat dan sering mengeluarkan suara berisik dan kasar di bagian sistem pulley CVT atau transmisi otomatis.

Panasi Motor Matic Terlebih Dahulu Sebelum Menggunakannya

Cara merawat motor matic berikutnya ialah dengan memanasi motor terlebih dahulu sebelum Anda menggunakannya. Sangat tidak wajar jika Anda akan langsung membuka handle gas saat hendak menggunakan motor. Anda perlu menyisihkan waktu memanaskan mesin motor matic beberapa saat sehingga oli secara keseluruhan bisa tercampur ke dalam mesin dan performa motor  jauh lebih maksimal saat diajak bermanuver. Setidaknya Anda membutuhkan waktu pemanasan mesin sekitar 5 hingga 10 menit sebelum melajukan kendaraan.

Periksa Bahan Bakar Motor Matic Dan Gunakan Bensin Berkualitas

Langkah merawat motor matic juga sangat tergantung pada bahan bakar yang digunakan. Sebagian besar orang baru melakukan pengisian bensin saat bahan bakar mulai habis. Hindarilah kebiasaan ini dan usahakan mengisi bahan bakar sebelum jarum penunjuk bahan bakar ada di posisi E. Hindari membiarkan kendaraan Anda kosong tanpa bensin. Selain itu, pastikan Anda menggunakan bensin berkualitas dan bukan bensin campuran.

Cek Komponen Roller dan V-Belt

Pada motor matic, Anda harus rajin melakukan pengecekan pada V-belt pully CVT motor. Berbeda dengan motor bebek yang membutuhkan perawatan pada bagian rantai, motor matic membutuhkan pemeriksaan secara rutin di bagian ini. Jika kondisi V-belt tidak layak lagi seperti rusak dan longgar, maka segera ganti dengan yang baru. Selain itu, komponen roller yang sudah tidak layak seperti tidak bulat lagi dan tidak rata, maka Anda juga harus segera menggantinya dan usahakan menggunakan part yang standar atau orisinil.

Periksa Kondisi Aki dan Busi

2 komponen motor matic ini harus tetap dijaga agar selalu dalam kondisi prima. Kondisi busi dan aki yang tidak bagus akan membuat motor menjadi tidak stabil dan sangat mudah mengalami mogok. Apabila Anda melihat indikasi busi dan aki yang mulai rusak, maka segera ganti dengan yang baru. Pastikan Anda membawa motor matic kesayangan ke bengkel resmi yang menggunakan tenaga teknisi yang profesional di bidangnya.

Mengganti Oli Secara Rutin

Untuk Anda yang memiliki motor matic, maka pastikan untuk mengganti oli motor secara rutin. Jadwal mengganti oli motor matic biasanya setiap 1000 km. Sedangkan untuk mengganti transmisi motor maksimal saat motor sudah melaju dengan jarak 5000 km. Itulah beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan sebagai tips motor matic tetap dalam kondisi bagus dan tahan lama.

Penyebab Kerusakan dan Cara Perawatan Pully CVT Motor Matic

CVT – Motor matic telah menjadi motor paling difavoritkan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan penggunaan motor jenis ini sangat mudah, simple dan tidak perlu menggunakan banyak tenaga. Akan tetapi, dibalik mudahnya menggunakan motor matic, nyatanya masih ada beberapa penyakit yang kerap menyerang motor matic. Salah satu permasalahan yang paling sering dikeluhkan pemilik motor matic ialah CVT motor matic yang bergetar dan mengeluarkan bunyi berisik. Jika sudah seperti ini, maka jelas jika komponen pully CVT pada motor matic kesayangan Anda telah rusak dan membutuhkan penanganan secepatnya.

Penyebab Kerusakan pada Sistem Pully CVT

Sebelum memberikan perawatan khusus pada sistem pully CVT motor matic, maka ada baiknya Anda mengetahui terlebih beberapa faktor penyebab terjadinya kerusakan pada sistem transmisi otomatis ini. beberapa diantaranya ialah seperti berikut ini:

  • Membuka handle gas secara spontan

Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan buruk ini telah mendarah daging pada banyak pengendara motor matic. Kebiasaan membuka  handle gas secara spontan serta sering melakukan stop and go sangat menyiksa kinerja sistem tutu pully CVT motor. Tidak hanya itu saja,  kebiasaan ini juga berakibat buruk pada roller dan gesekan belt. Indikasi permasalahan ini bisa Anda rasakan saat adanya suara kasar yang terdengar saat motor dalam keadaan diam dan kemudian berakselerasi. Hal ini menandakan jika bearing CVT telah rusak dan roller CVT telah aus tidak  bulat lagi.

  • Tidak pernah melakukan perawatan CVT secara rutin

Kebiasaan buruk Anda yang enggan melakukan perawatan secara rutin terhadap komponen CVT juga akan membawa dampak buruk. Seperti yang diketahui, CVT sangat membutuhkan perawatan cleaning dan pressing karena termasuk jenis sistem yang kering dan tidak tertutup. Sangat mudah bagi kotoran, debu dan air masuk ke sistem CVT dan membuatnya rusak.

  • Motor terendam banjir

Ada beberapa kondisi yang tidak bisa dihindari seperti halnya banjir. Apabila motor matic terendam banjir, maka pastikan untuk segera membongkar CVT dan bersihkan semua bagian part yang terendam air agar terhindar dari korosi. Setelah melakukan pembongkaran, coba oleskan grease di bagian saft pulley. Lakukan pula pengecekan di seal pulley, bagian slot roller ball dan bagian saft.

  • Usia belt sudah tua

Faktor selanjutnya yang menyebabkan kerusakan pada pulley CVT ialah karena usia motor yang tua. Hal ini menyebabkan penurunan pada kinerja transmisi otomatis (motor matic). Langkah yang bisa Anda upayakan untuk menangani  hal ini ialah dengan mengganti belt matic setiap 25.000 km atau di saat kondisi permukaan belt telah longgar, retak dan atau aus.

Perawatan Sistem Pully CVT

Ada beberapa perawatan khusus yang dibutuhkan komponen CVT motor matic, dalam hal ini ialah transmisi penggerak otomatis yang disebut sistem pully belt. Beberapa langkah yang bisa Anda gunakan untuk merawat pully motor matic berdasarkan beberapa faktor penyebab di atas ialah seperti menghindari kebiasaan menghandle gas secara tiba-tiba, kemudian pastikan Anda membersihkan block CVT, buka cover CVT dan bersihkan saringan busa dari kotoran dan debu yang menempel sebagai bentuk perawatan pulley CVT secara rutin.

Tidak hanya itu saja, apabila Anda tidak sengaja membuat motor matic terendam banjir maka segera bawa motor ke tempat teknisi berpengalaman untuk melakukan pembongkaran guna menghindari korosi. Untuk masalah usia motor, biasanya saat berkendara akan merasakan rasa kurang nyaman di bagian pulley CVT seperti tersendat-sendat dan mengeluarkan bunyi kasar, langkah yang bisa Anda ambil ialah dengan mengganti pulley CVT. Yang paling penting, saat mengganti pulley CVT usahakan untuk mengganti dengan yang kualitasnya sama dengan pulley bawaan motor matic kesayangan Anda. Jika Anda malas merawat CVT motor, maka siap-siap mengeluarkan kocek yang dalam hingga  jutaan rupiah ya.

Jadi, pastikan Anda tidak mudah terlena dengan kemudahan mengendalikan dan menggunakan motor matic hingga kemudian malah abai terhadap pemeliharaan motor secara rutin. Singkatnya, jangan menjadi pengendara yang asal pakai saja, melainkan upayakanlah perawatan secara rutin sebagai salah satu  tips motor matic selalu awet.

Mengenal CVT pada Motor yang Bertransmisi Secara Otomatis

CVT – Tidak bisa dipungkiri, dibandingkan motor transmisi manual, motor dengan transmisi secara otomatis lebih disukai dan menjadi pilihan utama masyarakat saat ini. Bahkan berdasarkan data yang diterbitkan Asosiasi Industri motor Indonesia, diketahui empat posisi tertinggi diduduki oleh motor matik dengan sistem transmisi otomatis. Tentu saja banyak alasan yang mendasari hal ini, simpelnya tentu karena motor transmisi otomatis lebih mudah digunakan.

Transmisi otomatis akan membuat para pengendara lebih mudah membawa dan mengendalikan sepeda motor. Di mana pengemudi tidak perlu susah memindah-mindahkan persneling guna mengatur tenaga serta putaran mesin. Namun cukup gas dan motor akan bergerak sesuai keinginan Anda. Bagi Anda yang belum mengetahui, salah satu jenis transmisi otomatis yang paling banyak digunakan industri otomotif adalah jenis CVT (Continuously Variable Transmission). Sudahkah Anda mendengarnya? Sudah tahu apa itu CVT (Continuously Variable Transmission)? Jika belum, yuk coba simak detail informasi berikut!

Mengenal CVT (Continuously Variable Transmission)

CVT adalah cara paling fleksibel yang bisa digunakan untuk memindahkan tenaga yang dihasilkan mesin roda kendaraan. CVT akan menghasilkan gerakan secara otomatis sesuai putaran mesin kendaraan sehingga pengendara tidak perlu lagi memindah gigi. Penggunaan CVT juga membantu mencegah terjadinya hentakan mesin yang biasanya selalu muncul saat pemindahan transmisi manual. Tidak hanya itu saja, proses pergantian mesin pada sistem CVT juga sangat lembut seiring Anda meningkatkan tenaga mesin dan kecepatan laju kendaraan. Terdapat beberapa komponen utama yang memegang peran penting dalam sistem CVT, beberapa diantaranya ialah seperti pully depan dan pully belakang serta V-belt yang berfungsi untuk menghubungkan ke dua bagian pully kendaraan.

Singkatnya, kinerja pada bagian pully depan akan terhubung ke bagian kruk as mesin dan kemudian menampung tenaga dari mesin untuk dipindahkan ke bagian pully belakang yang terhubung ke as rosa. V-belt akan berfungsi sebagai rantai motor  yang berguna untuk meneruskan putaran mesin ke bagian roda sehingga motor bisa melaju. Saat Anda memutar gas, maka pully depan akan berputar kuat untuk menggerakkan V-belt dan memindahkan tenaga ke pully belakang. Semakin besar tenaga gas yang dipuntir, maka V-belt akan mengembang besar dan pully belakang akan mengecil. Untuk Anda yang memiliki motor matic (transmisi otomatis), maka perhatikan untuk tidak memberikan gas secara kuat secara mendadak karena hal ini akan memicu permasalahan pada bearing CVT.

Cara Merawat CVT Motor Bertransmisi Otomatis

Dikarenakan proses menggunakannya cukup mudah, sebagian besar pengendara motor matic malah beranggapan enteng pemeliharaan dan perawatan komponen penting ini. Tentu saja hal ini sangat buruk dan akan memberikan dampak negatif pada penggunaan motor kedepannya. Di mana motor akan terasa tidak nyaman saat diajak berkendara, tersendat-sendat, mengeluarkan bunyi berisik hingga mati. Maka dari itu, pastikan Anda memberikan perawatan pada komponen CVT sebagai salah satu tips motor matic agar tetap awet. Selain perawatan dari para teknisi yang telah terlatih, ada pula beberapa jenis perawatan yang bisa Anda lakukan sendiri, antara lain:

  • Cek V-belt

Cara pertama ialah dengan mengecek V-belt. Cobalah buku baut cover V-belt dan kemudian lepas udara dengan menggunakan obeng plus. Buka mur crankshaft dan lepaskan drive belt CVT. Pastikan Anda menyerahkan perawatan pada teknisi yang telah terlatih karena mereka telah memahami kondisi V-belt yang sudah layak diganti atau tidak. Biasanya V-belt akan diganti saat motor telah menempuh jarak sekitar 15.000 km.

  • Cek komponen roller

Berikutnya cek komponen roller yang ada di bagian pully depan. Pastikan kondisi roller dalam keadaan normal dengan permukaan yang rata dan tidak mengalami kerusakan apapun. Jika kondisi roller CVT rusak atau tidak rata, maka biasanya motor transmisi otomatis akan tersendat-sendat saat diajak bermanuver di jalanan.

  • Ganti oli gearbox

Langkah perawatan CVT yang tidak kalah penting ialah dengan mengganti oli gearbox. Pastikan Anda selalu menggantinya secara rutin tiap menempuh jarak 8.000 km.

  • Bersihkan komponen filter udara CVT

Terakhir dengan cara membersihkan sebuah komponen filter udara yang ditempatkan di bagian CVT. Setidaknya Anda harus membersihkan komponen penyaring udara di CVT ini setiap 3 bulan sekali ataupun saat hendak melakukan service berkala.

Macam Jenis Bearing dan Permasalahan Akibat Kerusakan Bearing Motor

Macam Jenis Bearing dan Permasalahan Akibat Kerusakan Bearing Motor

Bearing merupakan salah satu komponen penting yang sering kali kita jumpai dalam industri otomotif, baik otomotif roda dua maupun roda empat.  Selain industri otomotif, penggunaan bearing juga terdapat pada bidang non otomotif. Fungsi utama dari bearing ialah untuk meminimalkan gesekan antara dua bagian komponen yang sedang bergerak sehingga proses perputaran lebih lancar, bebas goncangan dan pastinya tidak akan merusak komponen-komponen penting yang ada pada motor lainnya. Singkatnya, komponen bearing sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan putaran, meredam hentakan yang dihasilkan putaran mesin motor dan mencegah pully cvt rusak.

Macam Jenis Bearing

Tahukah Anda? Bearing sendiri terdiri dari beberapa jenis dan varian yang tersebar luas di pasaran. Hanya saja, terdapat beberapa jenis yang memang sering kali digunakan oleh para teknisi dan juga sering diminta oleh para pelanggan. Sebagai informasi tambahan untuk Anda yang belum mengenal jenis-jenis bearing, berikut ini kami paparkan detail informasinya untuk Anda:

  • Roller bearing

Roller bearing memiliki desain yang berbentuk silinder memanjang dan mampu menumpu beban yang baik, khususnya pada jenis beban vertikal dan horizontal sesuai pemasangan posisi bearing motor. Hal ini dikarenakan roller bearing  berbentuk silinder sehingga titik tumpu bearing tidak hanya berada di satu titik saja, melainkan mengikuti bentuk roller dengan kontak langsung antara bagian outer race dan bagian inner race. Untuk bagian rollernya, salah satu jenis yang paling sering digunakan ialah needle bearing.

Roller thrust bearing mempunyai desain yang hampir menyerupai roller bearing. Hanya saja pada roller thrust bearing memiliki posisi yang agak berbeda. Bearing jenis ini juga memiliki kinerja yang baik untuk menahan beban motor yang lumayan berat. Hal ini menyebabkan jenis roller thrust bearing sering kali digunakan pada gear set kendaraan seperti gearbox maupun pada transmisi kendaraan yang memerlukan rotating shaft dan house rotating shaft. Selain itu, bahkan terdapat beberapa jenis gigi flywheel yang menggunakan roller thrust bearing.

  • Tapered roller bearing

Tapered roller bearing adalah jenis bearing yang paling sering digunakan pada kendaraan roda empat jadul. Tapered roller bearing akan ditempatkan pada bagian poros roda mobil dan dilengkapi dua roller yang bekerja secara dua arah. Bentuknya yang sedemikian rupa membuat tapered roller bearing bisa menahan gaya tekan beban dari arah dalam maupun arah luar sekaligus.

  • Ball bearing

Berikutnya ada ball bearing yang merupakan jenis bearing yang paling umum digunakan dalam industri otomotif. Ball bearing juga sering digunakan pada beberapa peralatan rumah tangga karena kinerjanya yang cukup sederhana dan memiliki gerakan putar yang cukup efektif. Bearing jenis ini juga sering digunakan untuk menahan beban putaran radial load atau beban putaran dari samping. Meskipun menawarkan kemampuan yang lumayan bagus, ball bearing masih kurang mampu menahan beban berat.

Bearing Rusak Penyebab CVT Motor Berisik

Berbicara mengenai bearing, komponen ini seringkali memicu permasalahan pada motor. Masalahnya lagi, cukup sulit untuk mendeteksi bearing yang rusak akibat letaknya yang menempel di dalam bak CVT motor. Untuk itu, bagi Anda yang ingin selalu menjaga kondisi  kendaraan agar tetap prima dan awet, maka pastikan untuk melakukan servis secara rutin. Beberapa penyebab bearing kendaraan rusak ialah karena usia pemakaian, kualitas bearing yang tidak bagus, berat beban yang dipikul oleh kendaraan, berkendara ugal-ugalan dan akibat sering di gas secara mendadak. Selain itu, di antara semua jenis kendaraan, yang paling sering mengalami penyakit pada bearing ialah motor matik. Untuk itu, pastikan Anda selalu waspada ya.

Bearing pada kendaraan berada di bagian roda sehingga apabila terjadi kerusakan, maka tentunya akan mempengaruhi handling atau pengendalian laju kendaraan. Selain melakukan service kendaraan secara rutin, sebagai pengendara yang baik Anda juga harus memberikan perawatan dan menjaga bearing roda motor agar tidak cepat rusak. Beberapa hal yang bisa Anda upayakan ialah seperti menggunakan bearing yang kualitasnya hampir sama dengan bearing bawaan motor, jangan mengangkut beban berlebihan, hindari berkendara secara ugal-ugalan dan lainnya. Beberapa hal sederhana ini sangat berguna sebagai tips motor matic maupun jenis kendaraan lainnya selalu aman dan lancar diajak berkendara.